Rabu, 29 Mei 2013

Visi dan misi masing-masing individu

Langsung aja yah sob.. Kembali saya coba mereview mata kuliah Psikologi Industri dengan dosen pengajar pak Seta Wicaksana. Beliau merupakan dosen favorit saya untuk semester 2 ini khususnya. Secara, apa yang beliau sampaikan tuhh mengena banngg...euuud (sorry, sdikit alay n lebay hahaa). Tapi bener lhoo, apa yang pak Seta sampaikan bisa di cari di literatur maupun sumber2 yang bisa sobat dapatkan melalui article2, wikipedia, media massa ataupun sekedar searching di googlepun seabrek abrek deh. Disamping itu, beliau selalu berbagi dengan kami tentang pengalaman sekaligus peristiwa yang beliau alami yang menjadi suatu penyemangat tersendiri bagi kami. 



Ok sob, review pertemuan psikologi industri kali ini membahas VISI dan MISI individu, maksudnya visi dan misi kita. Apa sih yang jadi visi kita itu trus apa langkah untuk menjadikan misi kita terealisasi. Berbicara mengenai visi dan misi, menurut sumber yang saya dapatkan dimari

Visi adalah “what be believe we can be”
Misi adalah “what be believe we can do”

Ringkasnya, Visi adalah gambaran masa depan, akan seperti apa lembaga kita. Atau visi merupakan sebuah impian yang akan dicapai, di masa yang akan datang. Sedangkan misi adalah ‘action’ dari visi. Misi adalah langkah-langkah apa yang akan dilakukan demi mencapai visi. Visi adalah tujuan. Kalau visi belum tercapai, maka misinya yang harus dirubah. Jangan malah diganti visinya, yang pada akhirnya tujuannya menjadi tidak jelas karena berubah-ubah.

Intinya gini sob, Visi dan misi bukanlah suatu hal yang tidak terukur, tetapi harus mempunyai suatu segmentasi yang jelas agar bisa berguna dan mampu mensupport orang lain. Usahakan visi dan misi ini senyata mungkin, artinya kita memang mampu mewujudkan dan mempertanggungjawabkan visi dan misi tersebut.

Contoh: Tujuan Indonesia adalah menjadikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya menciptakan manusia yang adil dan beradab yang berketuhanan Yang Maha Esa, Ini merupakan sumber daya manusianya. Bagaimanakah prosesnya, dengan persatuan dan kesatuan Indonesia melalui team work atau gotong royong. Dan yang terakhir adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Siapa yang mewakili?? diwakilkan oleh orang-orang yang berkwalitas bukan dari kuantitas maupun golongan.

Kembali ke visi dan misi yang kita bicarakan tadi. Cobalah visi dan misi kita, dituangkan dalam suatu rencana. Apa yang mesti dilakukan? Dengan membuat perencanaan dalam hidup, tuliskan semua perencanaan itu dengan segala indikator keberhasilannya secara terarah dan terukur. 

Oia, cuktaws aja ya.. Ini mungkin review terakhir saya tentang pembahasan materi kuliah psikologi industri yang dibimbing oleh pak Seta. Karena pembahasan visi dan misi ini merupakan hari terakhir beliau mengajar kami. Terima kasih pak, pesan dan bimbingan bapak akan selalu kami ingat. 


Salam

Kamis, 16 Mei 2013

Sifat, Sikap, Karakter dan Budaya

Pertemuan mata kuliah pskologi industri session 3 diisi dengan uts, siap tidak siap harus siap (itu "gumam saya). Setelah menunggu cukup lama, hehee.. "Ga lama ding" akhirnya dosen kami Seta Nugroho tiba. Untuk uts kali ini sedikit berbeda, dengan uts-uts mata kuliah yang lain. kami tidak dihadapkan dengan lembaran soal. Tapi pak Seta memberikan soal secara lisan. Saya jadi teringat pelajaran SD kala itu, ckckkkk. Sering diberikan soal matematika secara mencongak. Ya ya yaaa, utspun dimulai yang berlangsung 20-25 menit. Setelah uts pak Seta menjelaskan beberapa pengertian dari soal-soal tersebut di atas. Diantaranya membahas pengertian sifat, sikap, karakter dan budaya.

Sifat
Sifat sering disebut sebagai genetika yang diturunkan dari orang tua atau generasi sebelumnya. Juga dapat terjadi akibat pengaruh lingkungan (environment). Bahkan dapat merupakan gabungan antara keduanya, yaitu genetika (20%) dan faktor lingkungan (80%).  Oleh karena itu, jika ingin menjadi baik carilah lingkungan yang baik pula. Yang akan mendominasi dalam pembentukan sifat. Apabila diambil suatu kasus. Seorang pemarah misalnya. Seorang pemarah sekalipun apabila dia berada dalam suatu lingkungan yang aman, tenang, dan nyaman. Sifat pemarah itu dapat tercover/terminimalisir oleh lingkungan yang tersebut diatas.

Sikap
Sikap adalah suatu perbuatan atau tingkah laku sebagi reaksi atau respon suatu rangsangan (stimulus) yang disertai dengan pendirian dan perasaan orang itu. Sikap  terbagi dalam 2  sisi, yaitu sisi positif dan sisi negatif. Sisi Positif cenderung mendekat dalam berperilaku. Sedang sisi negatif cenderung menjauh.
Pada dasarnya prinsip manusia itu berdasarkan kesenangan (leasure). Semakin senang seorang manusia serasa telah manjadi manusia.
Untuk sikap itu sendiri terbagi dalam 3 komponen
  1. Komponen kognitif, merupakan pola dalam berpikir entah bersifat positif maupun negatif.
  2. Komponen afektif, menyangkut masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.
  3. Komponen Konatif, Merupakan komponen perilaku dalam struktur sikap yang menunjukkan bagaimana kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapinya.

Karakter
Karakter sering diartikan sebagai  perilaku rutinitas yang dilakukan secara rutin/terus menerus secara konsisten & bercomitment. Satu hal yang mesti di pahami disini, jangan ragu untuk mengambil suatu keputusan dalam bertindak. 
Dapat disimpulkan bahwa ketidaksesuaian antar sikap dan karakter  dipengaruhi oleh orientasi individu terhadap situasi pada suatu waktu. Banyak sebab yang memungkinkan adanya perubahan sikap dalam diri seseorang sehingga dengan mengetahui sifat seseorang tidak berarti kita dapat memprediksikan karakternya dengan benar.

Budaya
Budaya adalah sekumpulan pengalaman hidup, pemrograman kolektif, system sharing, dan tipikal karakteristik perilaku setiap individu yang ada dalam suatu masyarakat, termasuk di dalamnya tentang bagaimana sistem nilai, norma, simbol-simbol dan kepercayaan atau keyakinan mereka masing-masing.
Budaya sendiri dapat dibangun melalui individu terhadap individu lainnya yang saling berinteraksi, bisa satu atau lebih individu. Sehingga membentuk sebuah budaya atau kebiasaan dan diformalitaskan dalam kehidupan sosial, tradisi atau budaya itu sendiri.

Sifat, Sikap, karakter dan budaya merupakan bagian yang tidak bisa pisahkan. Satu sama lain mempunyai keterkaitan. Jangan pernah merasa khawatir apabila kita memiliki karakter sikap positif yang namanya kejujuran. Kita selalu menyatakan integritas kita harus nomer  satu, kita harus selalu terdepan dll. Tapi lebih mengutamakan lagi bagaimana kita harus membangun kejujuran yang harus membangun budayanya juga. Karena itu sesungguhnya yang namanya sebuah perjalanan yang panjang yang tidak dapat dipisahkan dengan godaan - godaan yang begitu banyak. Selalu berkumpul dan mencari orang – orang yang 80% mendukung kita,  dapat menjadikan sebagai budaya tersendiri dalam membangun budaya kita. Selain faktor sifat, sikap, karakter dan budaya. Ada juga yang namanya kepribadian. Apa dan bagaimana kepribadian itu, berikut sedikit penjelasan mengenai itu:

Kepribadian
Apa sih kepribadian itu, kepribadian merupakan kebiasaan/preferensi/personality seseorang yang cenderung berespon terhadap lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa kepribadian merupakan suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain. Ada 2 macam kepribadian
  • Kepribadian Ekstrovert  memiliki energi yang datang dari luar dirinya atau lingkungan sekitarnya.  Apabila melihat kerumunan orang yang begitu banyak pribadi ekstrovert justru akan semakin bersemangat.
  • Kepribadian Introvert memiliki energi yang berasal dari dalam dirinya artinya dia mebutuhkan space atau waktu untuk menikmati dirinya sendiri.
Ektrovert maupun introvert ada pada diri kita masing - masing. Transisi pembentukan kepribadian biasa terjadi saat usia 13-17 tahun. Kenalilah dan pahamilah kepribadian apa yang kita miliki. Yang terpenting menurut saya, keduanya mempunyai kekuatan masing-masing. Sekian pembahasan saya mengenai sifat, sikap, karakter dan budaya serta kepribadiaan sesuai penjelasan dosen mata kuliah psikologi industri pak Seta Nugroho. Sekian, Terima Kasih.

Minggu, 05 Mei 2013

Human Capital Psikologi Industri

Pembahasan Human Capital
Pertemuan mata kuliah psikologi industri ke2 membahas tentang balancingnya suatu organisasi terhadap sumber daya manusia (SDM) atau sering disebut HUMAN CAPITAL. Human capitaL adalah pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan seseorang yang dapat digunakan untuk menghasilkan layanan profesional. Human capital mencerminkan kemampuan kolektif perusahaan untuk menghasilkan solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh orang-orang yang ada dalam perusahaan tersebut.

Sebuah organisasi harus mempunyai suatu struktur organisasi yang mesti dikembangkan dan diterapkan. Menurut dosen pengajar saya pak Seta, struktur organisasi yang dimaksud adalah
  1. Job description
  2. EPI (Environmental Performance Index)
  3. Job specification
  4. Competensi, sebagai penentu pengukuran SDM
     Aspek SDM atau Human capital merupakan hal yang terpenting, karena merupakan satu-satunya asset yang bila bisa diperoleh, dipelihara dan diberdayakan secara benar, akan meningkat nilainya dari waktu ke waktu. Karena itu, kegagalan mengidentifikasi potensi resiko yang membahayakan tentang system, proses, kaidah, aturan, prosedur tentang pengelolaan SDM/HR/HC yang umumnya harus ditinjau berulang atau secara periodik, dapat menimbulkan aspek hukum yang serius, selain itu akan menimbulkan kerugian yang nyata bagi organisasi. Setiap orang yang bekerja itu pasti karena ada sesuatu yang ingin dicapainya dan setiap orang pasti berharap bahwa aktifitas kerja yang dilakukannya akan membawa dia ke keadaan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya,akan tetapi kita harus menyadari bahwa sesuatu yang kita dapat merupakan hasil dari usaha yang telah kita lakukan karena kitalah yang menentukan diri kita sendiri,kita juga harus menjadi manusia yang tidak hanya adaptif melainkan bisa menjadi manusia yang responsif dan saat ini kita harus bisa memberikan solusi pada setiap masalah yang ada dilingkungan kita.

   Konsep Human Capital menjawab pemikiran bagaimana seseorang mempunyai kompetensi sesuai dengan jabatan/posisi kerjanya dengan menempatkan insan pekerja yang bertalenta tinggi untuk menempati jabatan/posisi yang cocok dengan talenta mereka. Teori ini menganggap bahwa profit bisnis berkembang dan berkelanjutan ketika perusahaan mampu menghasilkan barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan lebih baik ketimbang yang ditawarkan para pesaingnya.

    Terkadang saya menjumpai karyawan yang bekerja, tetapi terlihat kurang atau tidak bersemangat. Memang dia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cukup baik tapi saya melihat cara kerja karyawan ini terkesan seadanya. Dalam arti hanya melaksanakan apa yang menjaadi tugas yang diperintahkan atasannya saja, saya tidak tahu apa yang karyawan ini pikirkan akan tetapi saya merasa tidak ada motivasi didalam dirinya untuk menjadi lebih baik. Motivasi inilah yang saya jumpai di pelajaran psikologi industri, setelah mengerti bahkan saya selalu berusaha memotivasi diri sendiri. Satu hal yang perlu kita ketahui adalah terkadang musuh atau hambatan terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri bukan pihak lain, maka dari itu kita harus berusaha untuk lebih mengenal diri sendiri, musuh, dan hambatan yang ada didepan kita agar kita dapat melakukan hal yang baik yang seharusnya kita lakukan untuk diri sendiri dan orang orang disekitar kita.
Yang perlu diingat dalam pengembangan human capital adalah tujuan fundamentalnya, yaitu untuk mencapai satu pemahaman yang lebih baik dalam memutuskan sesuatu hal yang harus dilaksanakan. Pada akhirnya, human capital digunakan untuk mencapai tujuan yaitu memperhatikan bagaimana bisnis ditingkatkan, pengaruhnya terhadap kinerja. Terima kasih