Kamis, 11 April 2013

Istilah Umpama dan Umpasa

 Umpama dan Umpasa Batak Toba



        Saya coba mulai mengisi blog yg blm lama ini terlahir, untuk kali ini mencba menulis tentang adat istiadat batak. Ini sendiri terinspirasi oleh seorang teman saya satu jurusan yang sama-sama mengambil jurusan Teknik Industri di FTUP. Saya sering memanggil dia dengan sebutan ''EL''. Dia asli dari batak. Walaupun saya bukan keturunan maupun ada silsilah dari batak tapi saya tertarik dengan kebudayaan batak pada umumnya. Pada dasarnya saya tertarik untuk mengenal kebudayaan di seluruh nusantara. Langsung aja ya, saya menyadur beberapa istilah yang mungkin masih belum ada yang tahu, termasuk saya sihhh... Heheee..

Olretz, saya coba mengulas tentang Umpama dan Umpaso Batak Toba
Apasih perbedaan antara umpama dan umpasa batak Toba? Apa pula (dgn logat Batak) peranan keduanya dalam kebudayaan batak toba? Yukkk, kita cari tahu:

Umpama dan Umpasa Batak Toba sejak berabad-abad yang lalu memegang peranan penting dalam kehidupan orang batak toba, baik dalam hal adat maupun kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki fungsi:
  • Nasihat
  • Doa
  • Pengakuan
  • Hukum adat
  • Menggambarkan sifat manusia
  • Untuk menyindir perilaku seseorang
  • Pedoman berdemokrasi
  • dsb

Berbagai umpama dan umpasa batak toba dibukukan dalam pustaha (kitab dari kulit kayu)

       Begitu penting dan dalamnya makna umpama dan umpasa batak toba sehingga di setiap acara adat, pasti ada paling tidak salah satu di antara umpama atau umpasa yang diucapkan.  Dan bila umpasa yang diucapkan adalah suatu harapan yang juga menjadi harapan dari para hadirin, maka semua akan berkata “ima tutu”  (semoga demikian).
Akan tetapi umpama dan umpasa batak toba memiliki perbedaan yang nyata.  Bagimana membedakannya?
  • Bila dibandingkan dengan sastra Indonesia pada umumnya, maka umpama adalah seperti peribahasa, sedangkan umpasa adalah seperti pantun
  • Sebagaimana layaknya peribahasa, umpama tidak memiliki sampiran, langsung ke tujuan. Contohnya: Jolo dinilat bibir asa nidok hata (Makna: pikir dahulu baik-baik sebelum berbeicara)
  • Sedangkan umpasa sebagaimana layaknya pantun, pasti memiliki sampiran. Contohnya: Napuran huta napuran Sipoholon (sampiran). Na so olo marguru ima jolma na londongon (isi). (makna secara bebas: orang yang tidak mau belajar adalah orang yang bodoh)
Berikut ini beberapa contoh umpama dan umpasa:

 

UMPAMA:
  • Ingkon songon poting, lam marisi lam so marsoara (Makna: Semakin tinggi ilmu pengetahuan seseorang, harus semakin hati-hati berbicara).
  • Jempek do pat ni gabus (Makna: sehebat apapun seseorang menutupi kebohongannya, cepat atau lambat pasti akan terbongkar juga).
  • Jolo dinilat bibir asa nidok hata (Makna: pikir dahulu baik-baik sebelum berbeicara).
  • Lambiakmi ma galmit (Makna: Bila orang tua mengeluhkan kelakuan anaknya yang kurang baik, sadarilah bahwa itu karena kekurangan orang tua dalam mendidik anaknya itu).
  • Molo litk aek di toruan, tingkiron ma tu julu (Makna: bila ingin menyelesaikan suatu permasalahan, carilah dahulu apa penyebabnya).
UMPASA:
  • Niarit tarugi bahen tusuk ni pora-pora. Molo naeng jumpangan uli ingkon olo do loja (Makna: secara bebas: Kalau ingin hidup enak harus mau bekerja keras dulu).
  • Niluluan tandok hapo dapot parindahanan. Tolap papangan mandok alai ndang tuk jamaon ni tangan (makna: secara bebas: berbicara itu mudah tapi melakukannya adalah sulit).
  • Urat ni nangka ma tu urat ni hotang. Tudia hamu mangalangka di si ma dapotan (makna: secara bebas: ke mana kamu pergi, semoga di situ dapat keberuntungan).
  • Salimbakbak salimbukbuk solot di pea-pea. Sahali pe margabus matua tano ndang porsea (makna: secara bebas: sekali saja ketahuan berbohong, seumur hidup orang tidak akan percaya).
Well done, semoga bisa menambah wawasan kita tentang istilah umpama dan umpasa, khususnya dalam mengenal istilah batak toba. Kalau ada salah-salah kata mohon dimaaafkan. Mohon masukan apabila ada salah arti maupun tulisan. Merdeka.

Sumber: http://www.adatbataktoba.davidsigma.com/umpama-dan-umpasa-batak-toba/ 

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Mauliate,Saya bangga indonesia mempunyai berbagai macam etnis atau suku dan culture yang berbeda. Save etnis and nese the indonesian, Untuk generasi yang lebih baik,HORAS

EMspot mengatakan...

Bener sob, jadikan bhineka tunggal ika sbg visi dan misi, hehee